Gairah Seks Memudar Setelah Punya Anak, Trus Gimana?

 

AkuSehat.WHSCorpora-Gairah Seks Memudar Setelah Punya Anak, Trus Gimana?Kurang tidur, dinamika yang berubah antara Anda dan pasangan Anda, dan mungkin beberapa masalah citra tubuh saat Anda menyadari bahwa perut tidak lagi langsing setelah punya anak bisa jadi membuat gairah pasanagn berkurang setelah melahirkan. Bahkan jika wanita menyusui, bisa jadi pengaruh hormon juga makin membuat wanita malas bercinta.

Padahal bagi pasutri, hubungan seks adalah kebutuhan. Namun, bisa jadi karena satu atau lain hal, pasangan suami istri melakukan “cuti” dalam berhubunga seks. Salah satu alasan paling umum adalah pasca kelahiran bayi.

Gairah Seks Memudar Setelah Punya Anak, Trus Gimana?

Kelahiran anak adalah juga hal yang ditunggu-tunggu dalam kehidupan berumah tangga. Dan sebenarnya, menurunnya gairah seks pasca kelahiran ini adalah hal yang wajar saja. Sebab, tentu ada banyak hal yang perlu diperhatikan seperti misalnya, mengurus bayi, penyesuaian diri dengan jadwal tidur bayi baru lahir, recovery atau masa penyembuhan pasca bersalin, juga banyak sebab lainnya.

Tentu alasan utama adalah recovery pasca bersalin bagi istri. Juga menyesuaikan dengan irama untuk pemberian asi dan tanggung jawab lainnya adalah alasan yang sah-sah saja bagi pasangan untuk tidak berhubungan intim selama masa itu.

Hanya saja, dibalik hal yang demikian ada juga fakta lain. Bahwa gairah seks yang dibiarkan memudar terlalu lama akan semakin hari semakin berkurang. Libido yang menurun ini tentu bisa jadi masalah, terlebih bagi pasangan yang punya libido tinggi tadinya.

Untuk itu hal yang pertama harus dipersiapkan selama masa recovery pasca persalinan dan kelahiran adalah sikap saling memahami. Dengan sikap mental yang kuat antar pasangan, serta membangun komunikasi terus menerus maka diharapkan tidak akan terjadi salah paham diantara suami istri.

Gairah Seks Memudar Setelah Punya Anak, Trus Gimana?

Lebih lanjut, sebuah studi yang dirilis dan dilakukan oleh Georgia State University menunjukkan, bahwa ada dampak signifikan antara “cuti” seks pasca bersalin dengan pola pengasuhan anak. Dalam studi tersebut dijelaskan, bahwa pasangan dengan kemauan untuk saling berbagi tanggung jawab terkait beban rumah tangga serta urusan pengasuhan anak hingga 40-60% punya kecenderungan kehidupan yang lebih baik serta kecepatan dalam hal recovery intensitas berhubungan intim.

Sebenarnya tidak semua kondisi ini membuat seks pasca melahirkan menurun. Wanita setelah melahirkan sebenranya justru tampak makin seksi dan menggairahkan. Tinggal komunikasi saja yang perlu diselaraskan antar pasangan saat konsisi sudah punya anak tersebut.

Dengan kata lain, saling membantu dalam urusan pengasuhan anak adalah hal yang paling tepat bila ingin libido dan recovery secara fisik lebih cepat pasca persalinan. Ini karena pasangan, yang mau berbagi ini punya kehidupan lebih tercana sekaligus bisa diprediksi.

Kurang Bercinta Pada Pasangan Ternyata Sebabkan 5 Hal Ini

 

Bagi pasangan suami istri, bercinta bisa jadi adalah kebutuhan. Ini adalah dorongan alami yang dirasakan tubuh sebagai bagian dari kebutuhan akan penyaluran hasrat seksual juga faktor lain seperti contohnya dorongan berkembang biak. Lalu bagaimana bila pasangan jarang bercinta, ternyata pakar seksologi menunjukkan kalau 5 hal inilah yang terjadi.

  1. Sakit saat Menstruasi

Kram pada vagina yang disebut juga dengan frigiditas bisa muncul kalau tiba-tiba pasutri berhenti bercinta dalam waktu lama. Sebab ternyata, ketika bercinta, otot vagina menjadi lebih lemas dan tak rentan kram. Jarang bercinta memicu kram saat menstruasi.

  1. Otot Vagina Lemah

Hal yang sama ditemukan pula pada wanita yang akan memasuki masa menopause. Ada penipisan dinding miss V sehingga bisa memicu munculnya rasa sakit ketika memulai lagi aktifitas seksual diwaktu selanjutnya.

  1. Menurunnya Lubrikasi

Cairan lubrikasi alami diperlukan agar penetrasi penis terhadap vagina terasa tak terlalu menyakitkan. Aktifitas seksual yang berkurang intensitasnya memicu turunya estrogen, hormon ini berperan penting bagi hasrat seksual. Menurunnya estrogen menjadikan pasangan sebaiknya tak terburu untuk penetrasi bila ingin bercinta lagi, rendahnya lubrikasi bisa memunculkan rasa tak nyaman bahkan sakit ketika penis melakukan penetrasi.

  1. Memicu Stres

Ada dua hormon yaitu endorfin dan oksitosin, dua hormon ini berperan penting untuk menurunkan stres bagi tubuh. Kurang bercinta menjadikan tubuh tak lagi memproduksi dua hormon ini dalam jumlah yang cukup, akibatnya jadi mudah stres.

  1. Mood Swing

Ungkapan seorang sex therapist dalam sebuah pembuatan di Reader’s Diggest, Sari Cooper tentang kontak seksual memberikan rasa nyaman karena adanya sentuhan kulit ke kulit dan secara langsung memicu pelepasan horm oksitosin berdampak langsung memberi rasa tenang, nyaman hingga bahagia.

 

Pasangan yang tiba-tiba berhenti melakukan aktivitas seksual, apalagi dalam jangka waktu lama jelas menurun dari segi kontak fisik semacam ini. Akhirnya terjadi mood swing, orang merasa mood yang naik turun tak terkendali, terkadang bisa sangat sedih tanpa sebab yang jelas.

Itulah tadi kelima kondisi yang terjadi bila pasangan kurang bercinta dalam waktu yang lama. Mempertimbangkan dampak negatifnya, ada baiknya agar pasangan tetap berkomunikasi agar bisa meraih hubungan seks yang membahagiakan dan teratur.