7 Kebiasaan Merusak Ginjal Yang Jarang Disadari

AkuSehat.WHSCorporaKebiasaan Merusak Ginjal harus dihindari. Sayangnya banyak yang tidak sadar kebiasaan tersebut. Pemahaman gaya hidup sehat itu penting.

Tanpa disadari, beberapa kebiasaan sehari-hari yang kita lakukan bisa merusak ginjal. Proses kerusakan ginjal dapat terjadi secara bertahap. Dimulai dari penurunan fungsi, lambat laun organ vital ini jadi tidak berfungsi sama sekali.

Kondisi ketika organ vital ini sudah tidak dapat bekerja menjalankan fungsinya dikenal dengan istilah gagal ginjal. Sebelum menyimak beberapa kebiasaan yang dapat merusak ginjal, ketahui dulu pentingnya organ vital ini.

Pahami Fungsi Ginjal Agar Terhindar dari Kebiasaan Merusak Ginjal

Dilansir dari WebMD, ginjal adalah sepasang organ berukuran sekepal tangan orang dewasa. Sepasang organ vital ini terletak di kedua sisi tulang belakang, tepatnya di bawah tulang rusuk atau di perut bagian belakang.

Fungsi ginjal manusia utamanya untuk:

Menyaring darah Membuang limbah kotoran dari tubuh Mengontrol keseimbangan cairan tubuh

Membantu produksi sel darah merah

Menjaga tekanan darah Apabila ginjal rusak, beberapa fungsi di atas tidak bisa berjalan optimal.

Dampaknya, penderita merasakan beberapa tanda-tanda penyakit ginjal.

Kebiasaan yang dapat merusak ginjal

Ginjal bisa rusak karena cedera fisik atau gangguan kesehatan jangka panjang karena gaya hidup tidak sehat. Dikutip dari National Kidney Foundation, berikut beberapa kebiasaan sederhana yang dapat merusak ginjal dan perlu dihindari:

Kurang minum air putih

Setiap orang perlu mengonsumsi cairan yang cukup setiap hari. Dengan kadar cairan yang cukup, tubuh ginjal dapat membersihkan limbah dan racun dari tubuh.

Minum air putih juga dapat mencegah penyakit batu ginjal. Sebelum terlambat, jaga kesehatan ginjal dengan minum air putih setidaknya 1,5 sampai dua liter setiap hari. Sering makan makanan olahan Makanan olahan dan berpengawet banyak mengandung natrium dan fosfor.

Keduanya bisa merusak ginjal apabila terlalu sering dikonsumsi. Sejumlah penelitian menunjukkan, kandungan fosfor yang tinggi dalam makanan olahan dapat membahayakan kesehatan ginjal dan tulang.

Untuk itu, hindari atau minimalkan konsumsi makanan olahan seperti kornet, nugget, sosis, atau segala jenis frozen food.

Konsumsi garam dan natrium berlebihan

Mengonsumsi makanan tinggi garam, sodium, natrium, atau segala jenis penyedap dapat meningkatkan tekanan darah. Apabilla kondisi ini terjadi berkepanjangan, lama-kelamaan ginjal bisa rusak.

Menurut Kementerian Kesehatan, batas aman konsumsi garam atau natrium per hari untuk orang sehat maksimal 2.000 miligram natrium, atau setara satu sendok teh garam per hari.

Mulai sekarang, baca dengan cermat kandungan natrium, sodium, dan garam dari asupan yang Anda konsumsi setiap hari. Kurangi secara bertahap jika masih berlebihan. Untuk menambah cita rasa, ganti penyedap dengan rempah-rempah.

Makan daging berlebihan Makan daging berlebihan juga bisa jadi salah satu kebiasaan yang merusak ginjal. Pasalnya, makan protein hewani bisa meningkatkan produksi asam di dalam darah. Tingginya kadar asam dalam darah dapat memicu asidosis, atau kondisi ketika kadar asam dalam darah tinggi dan sulit dinetralisir oleh ginjal.

Mulai sekarang, hindari makan daging secara berlebihan. Pastikan Anda menjalani pola makan bergizi seimbang, lengkap dengan buah dan sayur di setiap sesi makan.

Kerap mengonsumsi asupan tinggi gula

Gula dapat menyebabkan obesitas dan meningkatkan risiko terkena tekanan darah tinggi dan diabetes. Dua masalah kesehatan tersebut adalah penyebab penyakit ginjal.

Selain dikonsumsi dalam bentuk minuman dan makanan manis, asupan tinggi gula lainnya yakni bumbu instan, saus, roti, dll. Perhatikan setiap membeli bahan makanan kemasan. Minimalkan konsumsi makanan yang mengandung gula dan diberi gula tambahan.

Merokok Imbauan untuk setop merokok karena dapat merusak kesehatan barangkali sudah kerap Anda dengar. Tapi, tahukah Anda bahwa merokok bisa merusak ginjak? Kebiasaan merokok ternyata dapat meningkatkan kadar protein yang bisa merusak ginjal.

Untuk itu, setop merokok dan hindari paparan asap rokok demi menjaga kesehatan ginjal dan kesehatan secara keseluruhan. Minum minuman keras berlebihan Penelitian menyebutkan, minum alkohol lebih dari empat gelas sehari dapat merusak ginjal.

Risiko ginjal rusak jadi lebih tinggi apabila seseorang merokok sekaligus doyan minum alkohol berlebihan. Peluang menderita gagal ginjal golongan ini bisa lima kali lebih besar ketimbang orang yang menjalani gaya hidup sehat. Untuk itu, minimalkan atau hindari konsumsi alkohol.

Sering minum obat penghilang rasa sakit

Obat anti-nyeri atau penghilang rasa sakit yang dijual bebas dapat meringankan rasa sakit dan nyeri. Namun, konsumsi obat ini tak boleh berlebihan dan berkepanjangan karena dapat merusak ginjal. Terutama bagi orang yang punya riwayat penyakit ginjal.

Untuk menjaga kesehatan ginjal, pastikan Anda cermat minum segala jenis obat yang dijual bebas, termasuk obat penghilang rasa sakit dan segala jenis suplemen. Jangan pernah minum obat dan suplemen melebihi dosis yang dianjurkan.

Kerap begadang dan kurang tidur Banyak orang terbiasa begadang dan kurang tidur setiap hari. Kebiasaan ini ternyata juga bisa merusak ginjal. Perlu diketahui, tidur malam berkualitas sangat penting untuk menjaga kesehatan ginjal. Pasalnya, fungsi ginjal juga dikontrol jam biologis tubuh.

Apabila kurang tidur berlangsung dalam waktu yang lama, beban kerja ginjal bisa terus bertambah, dan lambat laun ginjal bisa rusak. Mulai sekarang, coba bangun gaya hidup sehat dengan menghindari beberapa kebiasaan yang dapat merusak ginjal di atas.

Makanan yang Baik untuk Kesehatan Ginjal

Ada beberapa jenis sayur yang diketahui baik untuk kesehatan ginjal. Sayur-sayuran, seperti paprika merah, kubis, asparagus, kaya akan kandungan nutrisi baik yang bermanfaat untuk mendukung fungsi ginjal dan mencegah penyakit yang bisa menyerang organ penting tersebut.

Halodoc, Jakarta – Makanan sehat seperti sayur dan buah mampu menunjang kesehatan tubuh. Namun sayangnya, masih banyak orang yang enggan makan sayur dengan alasan tidak suka. Padahal, makanan tersebut memiliki manfaat yang luar biasa bagi kesehatan organ penting dalam tubuh, salah satunya adalah menjaga kesehatan ginjal. Berikut ini beberapa sayur yang direkomendasikan untuk menjaga kesehatan ginjal:

1. Paprika Merah

Paprika merah merupakan sayuran ramah ginjal dengan kandungan kalium rendah, yang mampu menjaga kesehatan organ ginjal, sekaligus aman dikonsumsi pengidap sakit ginjal. Bukan itu saja, sayuran ini juga mengandung vitamin C, A dan B6, serta nutrisi lain, seperti asam folat dan serat.

2. Kubis

Kubis merupakan sayuran bebas potasium aman bagi organ ginjal. Kandungan phytochemical didalamnya, mampu membantu tubuh dalam melawan radikal bebas yang menjadi pemicu penyakit kronis, seperti kanker. Bukan itu saja, makanan sehat ini kaya akan serat, vitamin B6, K dan C, juga asam folat yang baik bagi kesehatan tubuh.

3. Bawang Putih

Bawang putih mampu menjaga kesehatan ginjal karena sifat diuretiknya. Diuretik sendiri dapat membantu menghilangkan kelebihan natrium dan air dari dalam tubuh dalam bentuk urine. Selain itu, makanan sehat ini mampu mengurangi peradangan, melawan infeksi, membersihkan tubuh, menurunkan kolesterol, serta berperan sebagai antibiotik alami untuk tubuh.

4. Kembang Kol

Kembang kol merupakan sayuran yang mengandung asam folat dan serat. Sayuran ini mampu membersihkan organ ginjal secara alami, serta meningkatkan fungsinya. Kembang kol memiliki kandungan rendah potasium yang aman dikonsumsi oleh pengidap penyakit ginjal kronis.

5. Asparagus 

Asparagus memiliki kandungan asparagin yang mampu membersihkan organ ginjal secara alami. Secara tidak langsung, makanan sehat ini mampu mencegah batu ginjal, dengan menunjang fungsi ginjal menjadi lebih baik. Bukan itu saja, asparagus juga mengandung tinggi serat, tvitamin A, C, E, dan K.

6. Kale

Kale merupakan sayuran yang mampu menjaga kesehatan ginjal karena mengandung rendah kalium. Makanan sehat yang satu ini juga mengandung vitamin A dan C, kalsium, serta mineral yang dapat membantu fungsi normal organ ginjal.

7. Bayam 

Bayam merupakan sumber vitamin A yang diperlukan untuk memproduksi jaringan epitel, yaitu jaringan yang melapisi tabung filtrasi kecil di dalam ginjal dan saluran kemih. Fungsinya adalah melapisi seluruh organ, pembuluh darah, pembuluh getah bening, dan rongga dalam tubuh.

8. Kacang Polong dan Kacang Hijau 

Kacang polong dan kacang hijau memiliki kandungan rendah potasium dan tinggi serat. Serat sendiri diperlukan untuk menjaga kadar gula darah agar tetap stabil, yang berperan penting dalam mengelola berat badan berlebih dan diabetes. Kedua gangguan kesehatan tersebut merupakan penyebab utama penyakit ginjal.

Itulah beberapa sayuran yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan ginjal. Menjaga kesehatan organ ginjal bukan hanya dapat dilakukan dari konsumsi makanan sehat saja, tetapi juga suplemen atau multivitamin yang sesuai dengan kondisi tubuh. Nah, untuk mendapatkan suplemen atau multivitamin yang dibutuhkan, kamu dapat menggunakan fitur cek kebutuhan obat dan vitamin di aplikasi WHSCorpora

 

Apa yang perlu diketahui tentang diet batu ginjal?

Batu ginjal adalah endapan kecil dan keras yang terbentuk di ginjal. Mereka berkembang ketika ada penurunan urin atau peningkatan zat tertentu, seperti mineral dan garam. Perubahan pola makan dapat membantu mencegahnya.

Batu ginjal dapat menyebabkan rasa sakit yang luar biasa dan terjadi pada sekitar 9% wanita dan 19% pria di Amerika Serikat, menurut National Kidney Foundation.

Dalam artikel ini, kami menguraikan beberapa pilihan diet yang dapat dilakukan seseorang untuk mengurangi risiko terkena batu ginjal, termasuk makanan yang harus dimakan dan dihindari.

Apa itu diet batu ginjal?
Minum banyak air merupakan aspek dari diet batu ginjal.
Orang yang ingin mencegah batu ginjal berkembang untuk pertama kalinya atau mengurangi risiko kekambuhan jika mereka sudah memiliki batu harus mengikuti langkah-langkah utama berikut:

minum banyak air
batasi asupan garam dan protein hewani
Batasi makanan yang mengandung oksalat tingkat tinggi
mendapatkan kalsium yang cukup
Tidak ada rencana diet tunggal untuk semua jenis batu ginjal, karena mereka dapat terbentuk karena penumpukan beberapa mineral yang berbeda dalam tubuh. Namun, banyak ahli diet dan dokter spesialis penyakit ginjal, atau nephrologists, merekomendasikan diet Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH) untuk penderita batu ginjal.

Diet ini telah menunjukkan kemampuan untuk mengurangi risiko pembentukan batu ginjal dan meningkatkan elemen kesehatan lainnya secara keseluruhan, seperti menurunkan tekanan darah dan mengurangi risiko penyakit jantung, stroke, dan kanker.

Diet DASH mendorong orang untuk mengonsumsi sayuran, buah-buahan, biji-bijian, dan produk susu rendah lemak. Rencana tersebut juga menyarankan untuk membatasi asupan garam, gula, dan daging merah.

Namun, perubahan pola makan terutama mempengaruhi orang-orang yang berisiko terkena jenis batu ginjal berikut:

batu kalsium oksalat
batu kalsium fosfat
batu asam urat
batu sistin
Orang harus berbicara dengan penyedia layanan kesehatan mereka untuk mengetahui jenis batu ginjal yang mereka miliki, jika ada, untuk mendukung pilihan diet yang efektif. National Kidney Foundation merekomendasikan untuk mengurangi natrium dalam makanan daripada mengurangi asupan kalsium.

Makanan untuk dimakan
Karena batu ginjal bervariasi sesuai dengan mineral yang dikandungnya, rekomendasi diet juga akan bervariasi.

Seseorang harus berbicara dengan dokter mereka tentang makanan mana yang menyebabkan batu untuk membantu mereka menentukan apa yang harus dan tidak boleh dimakan untuk membantu menghindari pembentukan batu di masa depan.

Berikut ini adalah beberapa saran tentang apa yang harus dimasukkan dalam diet untuk menghindari pembentukan batu ginjal.

Air
Memasukkan air ekstra dalam makanan dapat membantu mencegah batu ginjal, karena sering terjadi karena dehidrasi. Institut Nasional untuk Diabetes dan Penyakit Pencernaan dan Ginjal (NIDDK) merekomendasikan minum 6-8 gelas setiap hari.

Minum beberapa cairan lain serta air dapat diterima. Namun, penting untuk memeriksa kadar natrium dalam minuman, karena banyak minuman memiliki kandungan garam yang tinggi.

Yang terbaik juga adalah menghindari minuman yang sangat manis, seperti jus manis dan soda.

Makanan kaya kalsium dan oksalat
Seseorang harus memasukkan makanan yang kaya kalsium, terutama jika mereka banyak mengonsumsi makanan yang tinggi oksalat, seperti bayam. Diet rendah kalsium meningkatkan risiko batu ginjal. Kalsium dan oksalat mengikat bersama di usus, mengganggu pembentukan batu.

Beberapa makanan yang harus disertakan adalah:

produk susu rendah lemak atau bebas lemak
makanan yang diperkaya kalsium, seperti sereal, roti, dan jus
kacang polong
sayuran kaya kalsium, seperti brokoli
rumput laut, seperti rumput laut

Buah-buahan dan sayur-sayuran
Buah-buahan dan sayuran adalah bagian penting dari diet apa pun. Meningkatkan jumlah sayuran dalam makanan mereka dapat membantu seseorang mencegah pembentukan batu. Buah-buahan dapat dikeringkan, dibekukan, atau segar.

Buah-buahan dengan kadar asam sitrat yang tinggi, seperti jeruk dan lemon, juga menunjukkan efek positif dalam mencegah batu ginjal menurut tinjauan studi tahun 2014.

Orang harus mengenal buah dan sayuran yang memiliki kandungan oksalat tinggi, termasuk bayam, dan mencoba membatasi jumlah dalam makanan. Atau, orang dapat menggabungkannya dengan makanan yang mengandung kalsium dalam jumlah tinggi.

Protein nabati
Sejumlah kecil protein hewani aman dikonsumsi. Namun, terlalu banyak protein hewani dapat meningkatkan risiko seseorang terkena batu ginjal.

Ahli diet mendorong dimasukkannya sumber protein nabati dalam diet batu ginjal. Contohnya termasuk kacang, kacang polong, dan lentil.

Orang-orang harus mendiskusikan kebutuhan protein individu mereka dengan dokter atau ahli gizi, karena kebutuhan akan bervariasi dari orang ke orang.

Makanan yang harus dibatasi atau dihindari
Memilih makanan mana yang harus dibatasi tergantung pada jenis batu yang berkembang di tubuh seseorang.

Makanan yang harus dibatasi, meliputi:

makanan tinggi sodium, termasuk makanan olahan, makanan kemasan serta makanan dari perusahaan makanan cepat saji
protein hewani tertentu, termasuk telur, ikan, babi, dan daging sapi
Jika seseorang memiliki batu kalsium oksalat, mereka mungkin ingin membatasi asupan makanan berikut, yang mengandung oksalat tinggi dan dapat meningkatkan risiko kekambuhan:

gila
kacang kacangan
bayam
dedak gandum
perkelahian
Setiap orang berbeda, dan kebutuhan individu serta persyaratan diet akan bervariasi.

Aspek terpenting dalam mengatur pola makan ketika ingin mencegah batu ginjal berulang adalah berbicara dengan dokter atau ahli gizi. Mereka akan dapat mengidentifikasi jenis batu ginjal yang berkembang dan cara untuk memperlambat atau menghentikan perkembangannya.

Apa itu batu ginjal?
Batu ginjal terbentuk ketika output urin seseorang menurun, dan ketika ginjal mengandung sejumlah besar mineral tertentu yang saling menempel dan membentuk batu.

Jenis batu ginjal yang umum meliputi:

batu kalsium oksalat
batu kalsium fosfat
batu struvite
batu asam urat
batu sistin
Berbagai faktor dapat menyebabkan batu ginjal, termasuk faktor makanan berikut:

asupan oksalat tinggi dari makanan tertentu
diet tinggi protein
terlalu banyak natrium
dehidrasi atau asupan cairan yang rendah
Makanan tinggi oksalat, seperti kacang-kacangan, biji-bijian, bit, bayam, dan tepung soba, dapat berkontribusi pada batu kalsium oksalat, meskipun ini tidak berarti bahwa orang harus mengecualikan mereka dari diet sepenuhnya.

Diet tinggi protein dapat berkontribusi pada pembentukan batu kalsium fosfat. Asupan natrium yang tinggi dan dehidrasi dapat menyebabkan asam urat dan batu sistin.

Bagaimana cara kerja dietnya?
Beberapa makanan mengandung bahan kimia atau senyawa tertentu yang dapat mempengaruhi produksi batu ginjal, terutama jika seseorang secara teratur memakannya dalam jumlah tinggi.

Dengan membatasi asupan makanan ini, risiko batu ginjal berkurang.

Bisakah diet saja mengobati batu ginjal?
Bagi sebagian orang, perubahan pola makan mungkin cukup untuk mencegah terjadinya batu ginjal.

Dalam kasus lain, perawatan tambahan mungkin diperlukan, termasuk obat-obatan untuk memecah batu atau operasi untuk mengangkat batu.

Jika batu menjadi sangat menyakitkan, yang terbaik adalah berkonsultasi dengan dokter atau ahli nefrologi sehingga mereka dapat merekomendasikan tindakan terbaik.

Q:
Apakah ada suplemen herbal yang membantu mengurangi risiko batu ginjal?

SEBUAH:
Orang-orang telah menggunakan banyak herbal sepanjang waktu. Secara tradisional, orang telah menggunakan cuka sari apel untuk mencegah dan mengobati batu ginjal, dan penelitian di laboratorium telah menunjukkan bahwa cuka sari apel dapat mengurangi perkembangan batu.

Menurut satu studi cross-sectional, asam asetat dalam cuka sari apel mengurangi rasa sakit dan peradangan.

Orang-orang juga telah menggunakan rumput gandum selama berabad-abad untuk meningkatkan kesehatan dan karena mengandung senyawa tertentu yang menyebabkan peningkatan keluaran urin, mengurangi risiko batu ginjal akan berkembang.

Debra Rose Wilson, Ph.D., MSN, R.N., IBCLC, AHN-BC, CHT

Kesimpulan

Ginjal organ penting yang harus dirawat. Kebiasaan buruk merusak ginjal seringkali tanpa disadari oleh masyarakat. Ulasan diatas bisa memberikan gambaran bagaimana kita bisa terhindar dari kebiasaan buruk merusak ginjal tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *